Aksi tersebut diiringi nyanyian "Free Palestine" dari tribun penonton. Hassan kemudian mendedikasikan kemenangan Mesir kepada rakyat Palestina.
Dia juga menyampaikan hati dan pikirannya bersama rakyat Palestina serta menyampaikan belasungkawa kepada para korban yang meninggal di Gaza.
Dukungan Hassan kepada Palestina sempat memicu kritik dari sejumlah tokoh olahraga Israel. Mereka mendesak FIFA mengambil tindakan disiplin terhadap pelatih Mesir tersebut.
Namun, FIFA tidak menjatuhkan sanksi. Organisasi sepak bola dunia itu menilai pengibaran bendera Palestina tidak melanggar peraturan turnamen karena Asosiasi Sepak Bola Palestina merupakan anggota resmi FIFA.
Kontroversi kemudian kembali memanas setelah pelatih sepak bola Israel, Lior Mor Yosef, disebut melontarkan pernyataan yang meminta tindakan terhadap Hassan akibat aksinya membawa bendera Palestina.
Pernyataan tersebut menuai kecaman dari sejumlah komentator olahraga Arab dan pegiat hak asasi manusia. Mereka menilai seruan untuk melakukan tindakan terhadap pelatih tim nasional sudah melewati batas dan berpotensi membawa ketegangan politik ke dalam sepak bola internasional.
Di tengah pengamanan ketat selama penyelenggaraan Piala Dunia, kemunculan berbagai pesan politik di sekitar pertandingan membuat turnamen ini kembali menjadi perhatian dunia. Perdebatan mengenai hubungan olahraga, diplomasi, dan kebebasan berekspresi pun terus mengemuka sepanjang kompetisi berlangsung.