BANDUNG, iNews.id - Penyerangan rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, memicu kecaman Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar. Dia menilai kekerasan terhadap pemain muda dan ofisial sudah melampaui batas rivalitas sepak bola.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam kejadian itu, bus rombongan Persib U-18 dilaporkan mengalami kerusakan, sejumlah koper milik tim dijarah, dan ofisial Persib, Pandu Persada, menjadi korban kekerasan fisik.
Tobias menyampaikan tanggapannya melalui akun X atau Twitter miliknya. Dia mengingatkan suporter agar memahami batas rivalitas yang seharusnya hanya berlangsung selama pertandingan, bukan berlanjut menjadi tindakan kekerasan di luar lapangan.
"Istilah rivalitas 2x45 ada untuk jadi reminder agar tidak melakukan hal-hal konyol di luar tribune dan tidak ada hubungan dengan pertandingan. Kalau official dan pemain klub junior sampe diserang, itu sudah another level. Rivalitasnya makin ke sini makin ke sana ah," tulisnya.
Menurut Tobias, penyerangan terhadap rombongan tim junior tidak bisa dianggap sebagai bagian dari persaingan biasa antarsuporter. Insiden tersebut menyangkut keselamatan pemain muda dan ofisial yang sedang menjalankan tugas dalam kompetisi pembinaan sepak bola.