Indonesia Hasilkan 1,9 Juta Ton Limbah Elektronik, E-Waste Jadi Ancaman Serius

Dani M Dahwilani
Data Global E-Waste Monitor 2024 mengungkapkan Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 juta ton limbah elektronik atau e-waste pada 2022. (Foto: Lintasarta)
Baca Juga

Sebagian material hasil pengelolaan e-waste kemudian ditransformasikan menjadi karya edukatif berbentuk Garuda dan Peta Indonesia sebagai simbol Unity in Action. Karya tersebut menjadi media edukasi mengenai konsep ekonomi sirkular.

Founder EwasteRJ Rafa Jafar mengatakan, pengelolaan e-waste perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem yang tidak berhenti pada kegiatan mengumpulkan perangkat elektronik bekas.

“E-waste adalah bagian dari siklus hidup teknologi. Di dalam perangkat yang sudah tidak digunakan masih terdapat komponen dan material yang memiliki nilai,” ujar Rafa.

Dia menambahkan, perangkat yang sudah tidak digunakan perlu diarahkan ke ekosistem pengelolaan yang tepat, baik untuk digunakan kembali maupun dipulihkan materialnya agar dapat masuk kembali ke dalam siklus produktif.

Keterlibatan generasi muda diarahkan tidak hanya untuk mendorong pengumpulan e-waste, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai siklus hidup perangkat elektronik dan konsep ekonomi sirkular.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
12 hari lalu

5 Hal Wajib Dicek sebelum Beli Elektronik, Harga Bukan Satu-satunya Pertimbangan!

15 hari lalu

Laptop Second Makin Populer untuk Belajar dan Kerja, Ini Pertimbangannya sebelum Beli

29 hari lalu

Lebih Efisien, Gree Kembangkan Teknologi Inverter di Indonesia

4 bulan lalu

Kembangkan Teknologi Elektronik di Indonesia, Midea Bangun Pabrik Kulkas Terbesar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal