"Bisa jadi sama-sama bangunan 10 meter persegi, bangunannya terletak di Bandung, kemudian bangunannya terletak di Jakarta, itu akan memiliki beban pendinginan yang berbeda-beda. Sehingga kebutuhan AC-nya juga berbeda-beda," kata Prof Andriyanto.
Dia menegaskan luas bangunan memang berpengaruh terhadap kebutuhan pendinginan, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu.
Selain kapasitas, pemilihan AC juga harus mempertimbangkan aspek kesehatan dan lingkungan. Dia menilai penggunaan AC modern sebaiknya tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga memiliki dampak lingkungan lebih rendah.
"AC yang kita pilih juga harus tidak mengganggu kesehatan kita. Juga tidak merusak lingkungan," ucapnya.
Tak kalah penting, lanjut Prof Andriyanto, konsumen perlu memperhatikan konsumsi energi. AC dengan efisiensi tinggi dapat membantu menekan tagihan listrik dalam jangka panjang.