BEIJING, iNews.id - Virus korona telah memukul industri smartphone di China. Penjualan ponsel di China pada Februari 2020 turun lebih dari 50 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.
Tercatat, kurang dari 500.000 iPhone dijual di China pada bulan lalu. Ini akibat kekhawatiran virus korona memangkas permintaan dan mengganggu jalur pasokan di negara tersebut.
Dikutip Metro, Kamis (12/3/2020), karena jumlah kasus virus korona meningkat dengan cepat pada Januari lalu, pemerintah China membatalkan pertemuan besar dan perayaan untuk festival Tahun Baru Imlek. Wabah juga mengganggu penjualan smartphone di Negeri Tirai Bambu itu.
Berbicara kepada Reuters, analis Wedbush Daniel Ives mengatakan, meskipun ini adalah waktu yang nervous, mereka mengingatkan permintaan China pada kuartal Maret bukanlah tren. Tapi, peristiwa mengejutkan yang diyakini tidak akan berlangsung lama.
Pada Februari lalu, Apple menutup 42 tokonya di China setelah kekhawatiran terhadap virus korona meningkat. Namun, sekarang hampir semua toko Apple telah dibuka kembali karena kasus di China menyusut ke level terendah sejak Januari.