"Sekalian ngelurusin mitos nih: banyak yang ngira minum malam bikin ginjal kerja keras, padahal biang keroknya hormon tadi yang lagi turun. Kalau haus pas mau tidur, cukup minum satu sampai dua teguk aja," ujarnya.
Dia mengingatkan ada sejumlah faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil pada malam hari. Salah satunya adalah konsumsi kopi atau teh pada sore hingga malam hari karena kandungan kafein bersifat diuretik yang merangsang produksi urine.
Selain itu, cairan yang menumpuk di kaki akibat terlalu lama duduk atau berdiri juga bisa berpindah ke ginjal saat tubuh berbaring. Kondisi ini membuat produksi urine meningkat ketika seseorang tidur. Suhu kamar yang terlalu dingin juga dapat memicu tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan.
"Kerja duduk/berdiri bikin cairan numpuk di bawah. Pas rebahan, cairannya ngalir ke ginjal. Coba rebahan angkat kaki ke tembok 30 menit tiap sore. Dingin bikin pembuluh darah nyempit, tubuh ngerespons dengan buang cairan. Atur AC secukupnya," kata dr. Cecep.
Meski demikian, dr Cecep mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan keluhan beser apabila disertai gejala lain. Dia menyarankan segera berkonsultasi ke dokter jika buang air kecil pada malam hari disertai nyeri, urine berdarah, atau rasa haus berlebihan yang tidak wajar.
"Segera periksa ke dokter kalau besernya dibarengi nyeri, kencing berdarah, atau haus berlebihan yang gak wajar," katanya.