Menurut para peneliti, data yang dikumpulkan dari sampel dapat mengungkapkan biomarker untuk 10 jenis penyakit. Mulai dari infeksi dan kanker kandung kemih hingga gagal ginjal.
Teknologi ini, yang masuk dalam kategori yang dikenal sebagai pemantauan kesehatan berlanjut, telah diuji pada 21 peserta. Tapi para peneliti mengatakan potensi manfaat kesehatan dari sistem toilet mereka perlu dinalai dalam studi klinis besar.
“Namun, masalah toilet pintar adalah tidak seperti produk wearable. Anda tidak bisa melepaskannya. Semua orang menggunakan kamar mandi, benar-benar tidak boleh menghindarinya dan itu meningkatkan nilainya sebagai perangkat pendeteksi penyakit,” ujar Gambhir.