“Bersama-sama mereka meningkatkan akses pendidikan berkualitas, memastikan setiap anak baik di pelosok desa maupun di kota metropolitan seperti Jakarta agar memiliki kursi baris ke depan di ruang kelas global,” kata Danny.
Dia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab YouTube sebagai platform digital dalam membangun ekosistem digital yang ramah anak sekaligus mendukung pembangunan karakter generasi muda Indonesia.
“Oleh karena itu, kita melindungi anak-anak di dalam dunia digital dan bukan dari ruang dunia digital. Hari ini kita memperkuat tanggung jawab tersebut untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang mendorong ruang tumbuh kembang anak dan pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.
Danny juga menyebut, komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Google melalui berbagai fitur produktivitas dan pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Google mulai dari perangkat yang digunakan sehari-hari dari search engine kemudian tools produktivitas dan pembelajaran seperti Google Classroom, termasuk AI,” katanya.