Chief Commercial Officer HP sekaligus Ketua HP Futures, David McQuarrie menilai perkembangan AI menuntut sistem pendidikan untuk memperkuat kemampuan yang tetap relevan di tengah perubahan teknologi.
“Sistem pendidikan perlu berbuat lebih banyak untuk membantu pelajar mengembangkan, menunjukkan, dan terus mengasah kemampuan yang tetap bernilai, apa pun arah perkembangan teknologi,” ujar David dalam keterangan pers Selasa (20/10/2026).
Survei tersebut juga memetakan keterampilan yang dinilai penting oleh pelajar Indonesia untuk menghadapi pasar kerja masa depan. Kreativitas menempati posisi teratas dengan 67 persen, disusul kemampuan berpikir kritis sebesar 63 persen, serta komunikasi dan kolaborasi sebesar 58 persen.
Sementara itu, literasi AI dan digital berada di posisi kelima dengan 40 persen. Hasil ini menunjukkan pelajar tidak hanya memandang penguasaan teknologi sebagai bekal masa depan, tetapi juga menempatkan kemampuan berpikir dan berinteraksi sebagai keterampilan penting.
Temuan tersebut menjadi perhatian di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI untuk mencari informasi, merangkum materi, dan membantu menyelesaikan tugas. Kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan keterampilan mengevaluasi informasi, memahami konsep, serta menghasilkan pemikiran sendiri.