Director & Global Head Education Business and Strategy HP, Mayank Dhingra mengatakan, pelajar Indonesia merasa terbantu oleh AI untuk bekerja lebih cepat, tetapi tetap khawatir terhadap kedalaman pemahaman mereka.
“Suara pelajar harus mendapat tempat yang kuat dalam diskusi, seiring sistem pendidikan menentukan arah kurikulum dan model penilaian ke depan,” kata Mayank.
Laporan HP Futures 2026 merekomendasikan agar literasi, numerasi, dan pembelajaran yang membantu membentuk identitas siswa tetap menjadi fondasi pendidikan. Pendekatan kreatif dan praktik langsung juga dinilai penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan.
Laporan tersebut turut mendorong pembuat kebijakan untuk memasukkan keterampilan jangka panjang, seperti kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, ke dalam inti sistem pendidikan. Dukungan terhadap pendidik dan pengembangan model penilaian juga menjadi bagian dari rekomendasi untuk menghadapi perubahan akibat AI.