Dalam simulasi tersebut, peserta tidak sekadar berdebat mengenai apakah AI akan menggantikan manusia. Mereka juga harus mencari pendekatan agar penerapan AI di dunia kerja tetap memperhatikan kepentingan pekerja.
Para peserta berperan sebagai delegasi berbagai negara. Mereka melakukan riset mengenai persoalan yang dibahas, menyampaikan posisi negara masing-masing, bernegosiasi dengan delegasi lain, hingga menyusun draft resolution sebagai bentuk rekomendasi kebijakan.
President International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan pengalaman tersebut mengajarkan peserta untuk melihat persoalan global dari perspektif yang berbeda.
"Selama konferensi ini, kalian tidak hanya akan mewakili sebuah negara. Kalian akan belajar memahami perspektif yang mungkin berbeda dari perspektif kalian sendiri. Kalian akan melakukan riset mengenai berbagai permasalahan global, mempertahankan gagasan kalian, mendengarkan orang lain, bernegosiasi untuk menemukan solusi, dan bekerja sama," ujarnya dalam keterangan, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi dengan jelas, bekerja sama, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab menjadi bagian penting yang perlu dimiliki generasi muda.