BCG menyampaikan bahwa potensi kecerdasan buatan sangat luas. Dalam konteks Jakarta, terdapat sembilan prioritas implementasi AI, termasuk pengelolaan lalu lintas, keamanan, sanitasi, perumahan, air, pendidikan, layanan kesehatan, partisipasi warga, hingga pengembangan wilayah.
Pendiri AI3, Sony Subrata, menilai bahwa kolaborasi ini menjadi bukti kesiapan Jakarta menghadapi era digital. AI3 sebagai lembaga think-tank independen menaruh perhatian serius terhadap peran AI dalam meningkatkan kinerja pemerintahan.
"Kami di AI3 sebagai lembaga think-tank non-profit yang melakukan advokasi mengenai pentingnya peran AI dalam berbagai lembaga pemerintah, menyaksikan secara langsung komitmen dan kesiapan dari Pemprov Jakarta di bidang teknologi baru ini," kata Sony Subrata.Dia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif langsung dari Gubernur Jakarta.
"AI tidak bisa didelegasikan hanya kepada staff IT atau hanya menjadi tanggungjawab tim di pusdatin, tetapi AI harus dimulai dan dipimpin langsung dari level teratas. Karena AI adalah teknologi baru yang sangat transformatif untuk seluruh aspek organisasi dan untuk meningkatkan layanan publik secara menyeluruh," ujar Sony Subrata.
Diskusi ini juga melibatkan sesi partisipatif yang membagi peserta ke dalam tiga kelompok: warga, ASN, dan pelaku usaha. Masing-masing merumuskan dua solusi berbasis AI untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.