Browser Android Ini Diduga Bocorkan Data Sensitif Pengguna

Tangguh Yudha
Sampai saat ini aplikasi sudah didownload lebih dari lima juta kali di toko aplikasi Google Play Store. (Foto: Techradar)

Aplikasi ini juga ditemukan dalam bentuk hardcoding, termasuk kunci yang terkait dengan riwayat penjelajahan sebagian pengguna yang dianonimkan, pengidentifikasi publik yang unik, dan pengaktif komunikasi lintas-server.

“Jika pelaku ancaman dapat menghapus anonimitas pengguna aplikasi, mereka akan dapat memeriksa banyak informasi tentang riwayat penjelajahan untuk pengguna tertentu dan menggunakannya untuk pemerasan,” catat CyberNews.

Beruntung saat ini instance firebase yang terbuka telah ditutup oleh perusahaan dan tidak lagi dapat diakses, yang berarti pelaku ancaman tidak dapat lagi mengakses data sensitif. 

Meski demikian, itu tidak sepenuhnya kabar baik, Cybernews menghubungi tim aplikasi tentang temuannya, tetapi belum menerima balasan. Itu artinya 'rahasia' hardcode kemungkinan besar masih ada.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Telkom Gelar Forum Kedaulatan Digital Nasional, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital

57 tahun lalu

Bangun Sistem Satu Data, Pemerintah Bikin Aplikasi Digital untuk UMKM

57 tahun lalu

Indonesia Akselerasi Ekosistem Data Center, AI dan Keamanan Siber

57 tahun lalu

Masuki Ekosistem XLSMART, Defend IT360 Luncurkan Logo Terbaru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal