Keempat hal yang sudah disebutkan tentu dapat membantu dalam melewati tantangan ketika ingin menjadi konten creator. Seperti halnya dengan presenting yourself atau dikenal dengan menjelaskan diri kalian dimana hal ini berkaitan dengan image, kemampuan bahkan pembawaan dalam produktifitas sebagai content creator.
Presenting yourself begitu berkaitan dengan Personal Branding. Saat menjadi Content Creator jangan hanya fokus dengan konten saja, kita juga harus mengembangkan personal branding.
“Jadi sebelum mengembangkan sebuah konten, kita sebagai konten cerator harus betul-betul matang membentuk brand kita sendiri” ucap Tommy Tjorko. Seolah Value dalam diri, nilai utama personal branding juga begitu menggambarkan hal tersebut.
Hal utama menjadi Content Creator ialah ideation dan strategy. Ide dalam konsep hingga strategi yang di lihat dalam run tren begitu diperlukan. Karena hal melalui ide akan muncul inovatsi dan kreatif sehingga viewers tidak akan merasa bosan dan selalu merasa konten memiliki isi dan ciri khasnya tersendiri.
Konten yang dapat menarik perhatian publik tentu membutuhkan beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti system ATM (amati, tiru, dan modifikasi), memberikan visual yang menarik, dan membuat konten ringkas tetapi mudah untuk dipahami audiens.