Cara Membaca Pesan WhatsApp yang Dihapus (Foto: Unsplash)
Dini Listiyani

JAKARTA, iNews.id - Cara membaca pesan WhatsApp yang dihapus perlu diketahui pengguna. Karena, hanya dengan trik sederhana, Anda bisa membaca pesan WhatsApp yang dihapus. 

Sejumlah pengguna mungkin menganggap membaca pesan WhatsApp yang sudah dihapus mengkhawatirkan. Tapi, jika Anda ingin melihat kembali pesan memalukan yang Anda hapus dengan cepat, coba langkah-langkah di bawah ini, sebagaimana dikutip dari The Sun. 

Apa Itu Pesan Dihapus?
Pesan dapat dihapus dari obrolan individu dan grup dan fitur ini tersedia di ponsel Android dan iOS. Muncul dengan peringatan penerima diberitahu Anda telah menarik chat melalui catatan yang berbunyi "pesan ini telah dihapus".

Namun, pesan tersebut disimpan di ponsel Anda, dan dapat ditemukan menggunakan fitur cadangan WhatsApp. Alat ini mencadangkan semua pesan Anda pada pukul 2 pagi setiap pagi, meskipun frekuensi ini dapat diperpanjang menjadi hanya mingguan atau bulanan.

Bagaimana Cara Membaca Pesan WhatsApp yang Sudah Dihapus?
Untuk membaca pesan yang dihapus, uninstall WhatsApp, lalu instal lagi dari toko aplikasi perangkat Anda. Usai masuk kembali, Anda akan diberikan opsi untuk memulihkann chat dari backup.

Cukup pilih opsi pemulihan dan chat Anda akan dipulihkan, termasuk pesan yang sudah dihapus. Pesan akan ditampilkan seolah-olah tidak pernah dihapus. 

Bahkan, tanpa menggunakan backup, sejumlah aplikasi pihak ketiga juga menawarkan kesempatan untuk mengungkap pesan WhatsApp yang dihapus.  Tapi, aplikasi pihak ketiga biasanya memiliki keterbatasan. Anda harus berinteraksi dengan notifikasi untuk membaca pesan WhatsApp yang dihapus.

Artinya, Anda hanya perlu swiping dari bar notifikasi atau pesan mengambang. Selain itu, me-restart ponsel Anda juga mengatur ulang daftar pemberitahuan, menghapus kemungkinan mata-mata pesan yang dihapus. 

Selalu berhati-hati dalam memberikan notifikasi WhatsApp ke perusahaan pihak ketiga. Karena, memberikan notifikasi WhatsApp ke pihak ketiga bisa membawa risiko keamanan yang besar. 


Editor : Dini Listiyani

BERITA TERKAIT