Temuan itu menunjukkan bahwa sistem pendidikan perlu memberikan ruang lebih besar bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menganalisis persoalan, menghasilkan ide, serta menciptakan solusi, bukan sekadar menghafal materi pelajaran.
Founder Alta Global School (AGS) sekaligus CEO Schoters, Radyum Ikono, menilai perkembangan AI membuat pendidikan harus bergeser dari sekadar mengejar nilai menuju pembentukan karakter dan kemampuan berpikir yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
"Motivasi utama orang tua yang ingin anaknya kuliah ke luar negeri adalah kualitas dan reputasi pendidikannya. Begitu juga dengan peluang karier global yang lebih besar, baik di perusahaan kelas dunia atau membangun startup mereka sendiri," ujar Radyum Ikono dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
"Namun, yang tidak kalah penting adalah global exposure serta pengalaman yang membentuk kemandirian, kecakapan beradaptasi, dan cara berpikir yang luas agar menjadi global citizen yang kompetitif," tambahnya.
Menurut Radyum, kemampuan tersebut idealnya mulai dibangun sejak anak berada di bangku sekolah dasar. Melalui berbagai proyek, kompetisi, hingga pengalaman belajar berstandar internasional, siswa didorong untuk terbiasa menyelesaikan persoalan nyata sekaligus mengembangkan minat sesuai potensi masing-masing.