Google Garap Teknologi Pendeteksi Gempa Bumi di Android

Okezone
Google garap teknologi pendeteksi gempa Bumi (Foto: Unsplash)

MOUNTAIN VIEW, iNews.id - Google mengembangkan teknologi pendeteksi gempa Bumi untuk smartphone Android. Teknologi pendeteksi gempa Bumi tersebut mengandalkan pendekatan berbasis crowdsource.

Google mengubah fitur akselerometer pada ponsel Android menjadi fitur yang setara dengan seismometer tradisional. Hal Ini akan memudahkan mendeteksi gempa Bumi dalam jangkauan global dan cakupan waktu yang lebih singkat.

Dilansir Android Police, fitur ini kini tengah dikembangkan di California. Bekerjasama dengan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Kantor Layanan Darurat Gubernur California (Cal OES), uji coba akan melibatkan 700 seismograf di wilayah itu.

Ini akan dikombinasikan dengan sistem dari ShakeAlert untuk mengirimkan peringatan dini kepada pengguna Android. Mengutip The Verge, Google menyampaikan ponsel Android dipilih karena akselerometer pada ponsel dianggap efektif untuk menangkap gelombang P (Primer) saat gempa bumi terjadi.

Gelombang ini menjadi sangat penting karena memiliki getaran yang lebih kecil dan sering kali tidak dikenali. Jauh berbeda dibandingkan gelombang S (Sekunder) yang lebih besar dan menimbulkan kerusakan. Dengan ini harapannya pengguna dapat berlindung lebih awal sebelum gelombang susulan yang lebih besar datang.

Untuk sistemnya, fitur ini tidak memerlukan identifikasi pengguna. Google hanya membutuhkan lokasi kasar dari getaran satu ponsel yang nantinya akan dikirim ke server deteksi gempa. Data dari setiap ponsel itulah yang nantinya akan diolah untuk memetakan lokasi dan memastikan apakah gempa bumi sedang terjadi.

Untuk saat ini, Google belum mengonfirmasi perihal Android versi berapa yang akan mendukung fitur ini. Namun setidaknya pihaknya menyatakan bahwa mereka akan merilis fitur tersebut secara global jika uji coba di California berhasil. Besar kemungkinan fitur akan tersedia tanpa pengguna perlu melakukan pembaruan versi.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Internet
13 jam lalu

Menko Pratikno Tegur Google dan YouTube: Perlindungan Anak Tak Cukup Hanya Panduan

Nasional
2 hari lalu

Dewan Pers Minta Google Buka Dialog soal Publisher Rights di Era AI

Nasional
1 bulan lalu

Nadiem Heran Didakwa Perkaya Diri Rp809 Miliar: Tak Sepeser pun Uang Masuk Kantong Saya

Nasional
1 bulan lalu

Jaksa Sebut Nadiem Tahu Chromebook Tak Bisa Digunakan Guru dan Siswa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal