Isu Boikot Prancis Diserbu Buzzers, Warganet Diimbau Hati-Hati Ikuti Tagar di Media Sosial

Riyandy Aristyo
Tagar ataupun trending topik di sosial media bisa direkayasa, warganet diminta berhati-hati dalam menyikapi berbagai isu. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Isu hangat tentang ajakan boikot produk Prancis yang bergema di media sosial akibat pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menyinggung umat Islam. Reaksi terhadap pernyataan Emmanuel Macron juga muncul di dalam negeri dari beberapa politisi dan organisas Islam.

Bahkan Duta Besar Prancis juga sudah dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri RI. Namun, di antara beragam reaksi ada sekelompok orang yang berusaha mengambil keuntungan dengan menggerakkan buzzer untuk menyerang produk tertentu.

Pengamat dan aktivis sosial media Wicaksono (@ndorokakung) memandang upaya riding the wave (menunggangi isu) untuk mencari keuntungan komersial sering ditemukan di jagat sosial media Indonesia.

Wicaksono mengingatkan buzzer ataupun pengguna sosial media untuk hati-hati mengikuti tagar di sosial media. Menurutnya, tagar ataupun trending topik di sosial media bisa direkayasa, seperti hastag boikot Aqua.

"Tagar itu bisa saja pesanan pihak tertentu. Saya mengingatkan jika itu menyinggung pihak lain bisa terjerat UU ITE," ujar Wicaksono, dalam keterangan elektronik dilansir Kamis (29/10/2020).

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Seleb
2 hari lalu

Viral Ernest Prakasa Pamit dari Medsos!

Nasional
3 hari lalu

Fakta Mengejutkan! Banyak Anak Indonesia Ngaku Dewasa agar Bebas Main Medsos

Internet
3 hari lalu

Ngenes! Komdigi Akui Banyak Anak Indonesia Manipulasi Usia di Medsos

Internet
6 hari lalu

Bahaya! 48 Persen Pengguna Medsos di Indonesia Anak di Bawah 18 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal