Isu Boikot Prancis Diserbu Buzzers, Warganet Diimbau Hati-Hati Ikuti Tagar di Media Sosial

Riyandy Aristyo
Tagar ataupun trending topik di sosial media bisa direkayasa, warganet diminta berhati-hati dalam menyikapi berbagai isu. (Foto: AFP)

“Sangat disayangkan kalau isu yang ditunggangi yang sebenarnya isu organik dipelintir menjadi senjata untuk menyerang merek atau produk tertentu yang bisa mendorong persaingan tidak sehat,” kata Wicaksono.

Fenomena seruan boikot atas produk sebuah negara sering terjadi di Indonesia setiap kali ada peristiwa Internasional maupun domestik. Salah satu yang cukup besar terjadi pertengahan tahun ini di mana ada ajakan untuk memboikot produk karena dianggap mendukung gerakan LGBT.

"Walaupun ajakan tersebut di media sosial, tapi jika terbukti sebagai perbuatan tidak menyenangkan bisa dijerat hukum. Karena UU ITE itu kan mengatur di sosial media," kata Wicaksono.

Karena itu, dia menghimbau agar netizen selalu mempetimbangkan apapun yang disampaikan melalui sosial media. Jangan tergiur bayaran namun berurusan dengan hukum.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Kajian BEM Fakultas Psikologi terkait LGBT, UI: Bukan Sikap Resmi Kampus

57 tahun lalu

Bukan Cuma Pakai Kata Sandi, Begini Cara Pelaku Judi Online Menjebak Korban

57 tahun lalu

Komdigi Ungkap Komentar Spam Judol Meningkat 128 Persen di Medsos, Pakai Sistem Otomatis

57 tahun lalu

Menkomdigi Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Minta Masyarakat Bijak Main Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal