Komdigi Akui Ada Bahaya Tersembunyi di Balik AI, Intai Data Publik!

Annastasya Rizqa
Wamen Komdigi Nezar Patria. (Foto:IMG/Arif Julianto)

Nezar menegaskan regulasi harus adaptif-cukup kokoh untuk melindungi masyarakat, tetapi cukup lincah untuk mendorong eksperimen dan pertumbuhan teknologi.

Menurut dia, keseimbangan antara perlindungan dan inovasi menjadi kunci. Apalagi jika konsentrasi data hanya dikuasai segelintir pihak, kedaulatan digital Indonesia bisa terancam.

Bukan soal Teknologi, tapi Manusia

Menariknya, Nezar menyebut tantangan terbesar bukan pada teknologinya. Masalah utama justru terletak pada manusia dan proses pengelolaan datanya.

Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, pembicaraan soal kedaulatan digital hanya akan menjadi slogan. Penguatan sumber daya manusia dan standar manajemen data—melibatkan sektor publik dan privat—menjadi langkah mendesak agar dataset yang dipakai benar-benar bersih, relevan, dan representatif.

"Problem dalam pemanfaatan teknologi terbaru ini bukan di teknologi yang terbesar, tapi pada people dan juga process. Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, saya kira kedaulatan yang kita bicarakan hanya menjadi retorika saja," tegasnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Target 9 Juta Talenta Digital, Komdigi Soroti Pentingnya Harmonisasi Kebijakan Ruang Siber

Internet
7 hari lalu

Penipuan Digital Menggila, Komdigi Klaim Selamatkan Uang Rakyat hingga Rp8 Triliun!

Nasional
7 hari lalu

Komdigi: Pemerintah Komitmen Jaga Ekosistem Pers Sehat di Tengah Disrupsi Teknologi

Internet
9 hari lalu

Ngenes! Komdigi Akui Banyak Anak Indonesia Manipulasi Usia di Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal