Layanan Streaming Video di Kawasan Asia Pasifik Meningkat, 400 Juta Orang Gunakan OTT

Dani M Dahwilani
Popularitas layanan streaming terus meningkat lebih dari 400 juta orang kini menggunakan layanan streaming video OTT di wilayah Asia Pasifik. (Foto: Ist)

Untuk membantu para pelaku industri media dan hiburan di Indonesia menyajikan konten video interaktif yang kaya dan menarik dengan latensi lebih rendah, AWS menghadirkan Points of Presence (PoPs) Amazon Interactive Video Service (Amazon IVS) di Jakarta.

“Amazon IVS adalah layanan terkelola penuh yang memudahkan penyiapan streaming video langsung dan interaktif pada aplikasi web atau seluler hanya dalam beberapa menit,” kata Shweta.

Dia menjelaskan Amazon IVS berfungsi menerima dan mengirimkan siaran video melalui infrastruktur edge lokal yang dioptimalkan untuk penyerapan, pemrosesan, dan pengiriman video langsung. Memungkinkan pengguna akhir menikmati keuntungan dari latensi yang bisa ditekan hingga kurang dari tiga detik – menghasilkan konten video mulus, lebih menarik, dan mencegah timbulnya spoiler dengan kecepatan jaringan berbeda.

"Pengguna dapat dengan mudah mengonfigurasi dan melakukan streaming video langsung melalui situs web atau aplikasi seluler mereka. Bahkan dengan peningkatan jumlah pengiriman yang memungkinkan video ditonton jutaan pemirsa secara serentak di seluruh dunia," kata Shweta

Saat ini, penyedia layanan streaming dan interet membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membangun aplikasi interaktif dengan alur kerja video untuk penyerapan, pemrosesan, dan distribusi konten. Bahkan setelah semua ini berhasil, konten interaktif streaming langsung masih membutuhkan latensi minimal untuk pengalaman pengguna yang baik. 

Streaming video tradisional mengharuskan video diproduksi dalam berbagai resolusi dan dibagi menjadi beberapa segmen, yang menciptakan latensi ekstra. Ini berarti pemirsa mengalami latensi 20-30 detik, sehingga pembuat konten tidak mungkin berinteraksi langsung dengan pemirsa tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
10 hari lalu

Waketum MUI: Banyak OTT Bukan Tanda Berhasil, Justru Bukti Kegagalan Berantas Korupsi

11 hari lalu

KPK Kembangkan Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin, Terbitkan 3 Sprindik Baru 

17 hari lalu

KPK Ungkap 12 OTT Sepanjang Semester I 2026, Didominasi Kepala Daerah

17 hari lalu

Sering Tangkap Bupati saat OTT, KPK Klaim Tak Sengaja Menarget

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal