Dia menyebutkan keempat pilar ini sudah terbukti berhasil membantu banyak perusahaan dalam mengakselerasi kinerja bisnis. Sebagai contoh, salah satu perusahaan tambang berhasil melakukan peningkatan produktivitas kendaraan alat beratnya berkat implementasi teknologi performance management.
“Dalam perusahaan tambang, cost alat berat itu salah satu yang terbesar jadi perencanaan terhadap penggantian suku cadang menjadi hal krusial terhadap tingkat produktivitas perusahaan secara keseluruhan,” kata Edwin.
Dia meyakini transformasi digital akan mampu memacu daya saing dan mempersenjatai perusahaan-perusahaan di Indonesia, dalam memajukan perekonomian bangsa secara menyeluruh.
“Kami mengembangkan mobile microplanning yang mendukung business user perusahaan. Fungsi teknologi ini untuk menjalankan perencanaan dari sejak level mikro. Tools ini membantu trust management dalam perencanaan di level yang lebih detail secara harian,” ujarnya.