Menariknya, hasil pencarian tidak hanya disajikan dalam bentuk jawaban singkat. ChatHPT juga dapat menyertakan penjelasan, dalil, catatan, kesimpulan, hingga tautan menuju dokumen asli yang menjadi rujukan. Dengan demikian, pengguna bisa menelusuri kembali dasar argumentasi di balik jawaban yang diberikan AI.
Sistem ini juga memiliki pengaturan hierarki sumber. Putusan Musyawarah Nasional (Munas) atau Muktamar yang telah ditanfidzkan mendapat prioritas lebih tinggi dibandingkan fatwa. Sementara itu, fatwa lebih diutamakan daripada rubrik tanya jawab keagamaan.
Pengaturan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan AI tidak menyamakan seluruh dokumen keagamaan, melainkan mempertimbangkan kedudukan dan otoritas masing-masing sumber.
Salah satu contoh penggunaan yang dicantumkan dalam Panduan Lengkap ChatHPT edisi November 2026 adalah pertanyaan mengenai hukum menyalatkan jenazah koruptor.
Ketika tidak menemukan fatwa yang secara langsung membahas persoalan tersebut, sistem akan mencari keputusan dan argumentasi Tarjih yang berkaitan. Berdasarkan rujukan yang ditemukan, jawaban yang disusun mengarah pada kesimpulan bahwa jenazah seorang Muslim yang berdosa tetap harus disalatkan.