JAKARTA, iNews.id – Serangan diam-diam dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) kini mulai mengguncang raksasa teknologi Apple Inc.. Bukan lewat produk, melainkan lewat pembajakan talenta, yaitu para insinyur terbaik di balik iPhone.
Sejumlah startup AI, termasuk OpenAI, dilaporkan gencar merekrut karyawan Apple dengan tawaran kompensasi yang jauh lebih menggiurkan. Bahkan, dalam beberapa kasus, nilai paket yang ditawarkan mencapai sekitar 1 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp17 miliar per tahun dalam bentuk saham.
Fenomena ini sontak membuat Apple waspada. Untuk menahan gelombang hengkangnya karyawan, perusahaan langsung mengambil langkah tidak biasa, yaitu membagikan bonus besar di luar siklus tahunan kepada tim desain perangkat keras iPhone.
Berdasarkan informasi The Straits News, bonus tersebut berkisar antara 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,4 miliar hingga 400.000 dolar AS atau sekitar Rp6,8 miliar. Nilainya memang besar, tetapi tetap lebih kecil dibandingkan tawaran dari perusahaan AI.
Bonus ini dalam bentuk saham yang baru bisa dicairkan secara bertahap selama empat tahun, sehingga karyawan didorong untuk tetap bertahan di Apple.