Pavel Durov Ditangkap di Prancis, Telegram: Tidak Masuk Akal!

Dini Listiyani
Telegram (Foto: unsplash)

Telegram mengatakan Durov sering bepergian ke Eropa, jadi dia mematuhi hukum yang berlaku di Uni Eropa, termasuk Undang-Undang Layanan Digital yang bertujuan memastikan lingkungan daring yang aman dan bertanggung jawab. 

"Hampir satu miliar pengguna di seluruh dunia menggunakan Telegram sebagai sarana komunikasi dan sumber informasi penting. Kami sedang menunggu penyelesaian segera atas situasi ini. Telegram bersama Anda semua," kata Telegram dalam pernyataannya yang dikutip dari BBC, Senin (26/8/2024).

Sumber pengadilan mengatakan penahanan Durov diperpanjang pada Minggu dan dapat berlangsung hingga 96 jam.

Pavel Durov sendiri lahir di Rusia dan sekarang tinggal di Dubai, tempat Telegram berkantor pusat. Durov memegang kewarganegaraan Uni Emirat Arab dan Prancis.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

1 bulan lalu

Diburu Rusia, Pendiri Telegram Pavel Durov Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

1 bulan lalu

Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov

3 bulan lalu

Soal Ujian Bocor, India Blokir Telegram jelang Tes Masuk Kampus Kedokteran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal