Pemerintah AS Paksa Google Jual Chrome, Ada Masalah Apa?

Muhammad Sukardi
Google dipaksa jual Chrome. (Foto: Pexels)

Selain itu, Google juga menggunakan Chrome untuk mengarahkan pengguna ke Gemini, produk AI andalan Google. 

Di sisi lain, 'AI Overviews' Google menyebabkan banyak penerbit situs web mengeluh, karena perangkat teknologi itu ternyata mengurangi lalu lintas serta pendapatan iklan, karena pengguna jarang mengklik untuk melihat data dari sumber asli. 

Kasus ini telah diajukan pertama kali pada pemerintahan Donald Trump dan dilanjutkan di bawah Presiden Joe Biden. 

Pejabat antimonopoli berencana juga untuk merekomendasikan Mehta untuk memberlakukan persyaratan lisensi data. Jika Mehta menerima usulan tersebut, itu akan mengubah pasar pencarian daring dan industri AI yang sedang berkembamg. 

Langkah ini juga merupakan upaya agresif mengendalikan perusahaan teknologi sejak upaya sebelumnya gagal dalam memecah Microsoft dua dekade lalu.

Sementara itu, Lee-Anne Mulholland, wakil presiden urusan regulasi Google mengatakan, Departemen Kehakiman mendorong agenda radikal yang melampaui masalah hukum dalam kasus ini. 

"Pemerintah yang ikut campur dalam masalah ini akan merugikan konsumen, pengembang, dan kepemimpinan teknologi Amerika tepat pada saat hal itu sangat dibutuhkan," kata Mulholland.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal