Ini disebabkan karena Indonesia negara kepulauan untuk layanan dengan broadband menggunakan fiber optik atau radio backhaul memerlukan waktu untuk pemasangan.
Satelit Satria-1 akan memberikan dampak sekitar mendekati 100% untuk akses, karena jumlah transponder adalah fixed. Sedangkan kebutuhan bandwidth selalu meningkat, maka dampak untuk kebutuhan bandwidth masih disekitar angka 20 persen.
"Hal ini ditutupi dengan adanya jaringan akses lain, seperti palapa ring (optik), terresterial radio, satelit lainnya." ujarnya.