Serangan Siber Meningkat di 2020, Malware dan Trojan Paling Banyak Ditemukan

Pernita Hestin Untari
Serangan Siber Meningkat di 2020, Malware dan Trojan Paling Banyak Ditemukan (Foto: Unsplash)

"Sementara itu 9 persen  kita melihat adanya information leak adanya kerentanan seperti open directory listing open configuration, dan unssecure connection," tuturnya.


Tak hanya sampai disitu, Adi pun mengungkapkan bahwa kasus kebocoran data juga meningkat di masa pandemi sekarang ini. Para peretas banyak menargetkan data pribadi pengguna internet. 


"Jenis data yang bocor yang paling dominan justru sektor  pemerintah. Mungkin pegawai pemerintah menggunakan perangkat komputer pribadi di rumah di mana mungkin tidak dibekali anti virus dan anti malware. Kemudian data kredensialnya yang dicuri," katanya


Selain itu, aktivitas transaksi keuangan juga menjadi target peretas lainnya. Selain itu,ada juga serangan siber lainnya yang meningkat sepanjang 2020 yakni peretasan virus, email pishing, dan aktivitas malicious dengan tema COVID-19.


Adi pun menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan penyelenggara layanan informasi untuk dapat meningkatkan keamanan di masa seperti sekarang ini.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bikin Website Makin Mudah dengan AI, tapi Waspada Risiko Serangan Siber!

57 tahun lalu

Hacker Akun Instagram Ahmad Dhani Terdeteksi! Ternyata...

57 tahun lalu

Akun Instagram Ahmad Dhani Normal Lagi usai Bikin Gaduh Medsos!

57 tahun lalu

Akun Instagram Ahmad Dhani Kena Hack, Mendadak Jual Logam Mulia!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal