JAKARTA, iNews.id - Era teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence menjadi titik balik dalam transformasi digital. Teknologi ini tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi mesin utama yang mendorong inovasi di berbagai sektor, mulai dari keuangan, kesehatan, manufaktur, hingga industri kreatif.
Kemampuan AI dalam mengolah data dalam jumlah besar secara cepat dan akurat membuat perusahaan berlomba-lomba mengadopsinya untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Namun di balik masifnya perkembangan AI, terdapat peran krusial infrastruktur data center sebagai fondasi utama.
Pusat data menjadi tempat penyimpanan, pengolahan, dan distribusi data yang menjadi “bahan bakar” bagi sistem AI. Tanpa dukungan data center yang kuat, stabil, dan terhubung secara global, performa AI tidak akan optimal, terutama untuk kebutuhan komputasi skala besar.
Kebutuhan terhadap data center pun mengalami lonjakan signifikan seiring berkembangnya teknologi seperti High-Performance Computing dan komputasi awan atau Cloud Computing. Beban kerja AI yang kompleks menuntut kapasitas daya tinggi, sistem pendingin canggih seperti liquid cooling, serta kemampuan pemrosesan data real-time dengan latensi rendah. Hal ini menjadikan data center modern tidak lagi sekadar tempat penyimpanan data, tetapi sebagai pusat ekosistem digital yang dinamis.
Menyikapi itu, Digital Realty Bersama terus memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional dengan menghadirkan layanan pusat data berstandar global. Perusahaan mengandalkan konsep carrier-neutral data center dengan layanan colocation dan interkoneksi terintegrasi untuk menjawab kebutuhan transformasi digital yang kian masif.