JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi memperluas akses masyarakat terhadap investasi digital, mulai dari aset kripto hingga tokenisasi aset dunia nyata. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi kemampuan memahami karakter aset, memeriksa keamanan platform, dan mengukur risiko sebelum menempatkan dana.
Perkembangan aset digital tidak hanya mencakup mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Teknologi ini memungkinkan representasi aset tertentu dalam bentuk token digital.
Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charista menjelaskan, setiap aset digital memiliki fungsi dan karakteristik berbeda. Investor perlu memahami mekanisme kerja aset, tingkat likuiditas, volatilitas harga, serta aspek keamanan sebelum mengambil keputusan.
Meski menawarkan pilihan baru, tidak berarti seluruh instrumen cocok untuk setiap orang. Investor perlu menilai aset berdasarkan pemahaman terhadap fungsi dan risikonya, bukan hanya mengikuti tren atau kenaikan harga.
“Menurut saya, kita tidak bisa menilai suatu aset hanya dari kenaikan harganya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih aset digital, seperti fungsi aset tersebut, likuiditas dan volatilitas, serta aspek keamanan. Pastikan platform yang digunakan memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Fini, dalam diskusi bertajuk Digital Literacy to Financial Resilience: Membangun Generasi Kritis di Tengah Ekonomi Investasi Digital di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta, Kamis (15/10/2026).