Terlalu Dini Main Medsos Picu Gangguan Mental Anak, Ini Kata Menkomdigi!

Annastasya Rizqa
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: dok Komdigi)

JAKARTA, iNews.id – Tingginya intensitas penggunaan internet di kalangan anak menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengingatkan bahwa paparan dunia digital yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan mental anak.

Menurut dia, anak-anak yang belum siap secara emosional sangat rentan terhadap berbagai risiko di ruang digital, termasuk paparan konten berbahaya dan kejahatan seperti sextortion.

Paparan tersebut dapat memicu tekanan psikologis, rasa cemas, hingga menurunnya konsentrasi belajar. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengganggu perkembangan mental dan sosial anak.

Selain itu, interaksi tanpa batas di media sosial juga membuat anak lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan digital yang tidak sehat. Minimnya literasi digital semakin memperbesar risiko tersebut.

"Kami bukan membatasi akses internetnya, tetapi akses anak memiliki akun sendiri sampai usia 16 tahun. Ini untuk memproteksi anak-anak dari bahaya yang nyata terhadap mereka," jelas Meutya dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
14 menit lalu

Meutya Hafid Tegaskan Kejahatan Digital Setara Kekerasan Fisik, Ini Penjelasannya!

Nasional
12 hari lalu

Tak Patuhi PP Tunas YouTube Kena Tegur, Meutya Hafid: Jangan Main-Main dengan Aturan Indonesia

Nasional
1 bulan lalu

Meutya Hafid Minta Pejabat Baru Percepat Transformasi Digital

Nasional
29 menit lalu

Menkomdigi Sebut Sextortion Makin Marak, Perempuan dan Anak Jadi Target Utama di Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal