Melihat tren tersebut, berbagai penyedia layanan top up mulai memperkuat sistem keamanan transaksi. Salah satunya dengan menerapkan mekanisme pembelian tanpa meminta kata sandi akun gim, sehingga pengguna hanya perlu memasukkan User ID saat melakukan transaksi.
Model transaksi seperti ini dinilai mampu mengurangi potensi pencurian akun maupun penyalahgunaan data pribadi yang belakangan menjadi salah satu ancaman terbesar dalam ekosistem gim digital.
CEO TopupKuy, Deva Fernanda Pramudya, menilai perkembangan industri gaming nasional harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan transaksi digital yang aman dan mudah diakses seluruh pemain.
"Pesatnya perkembangan industri gaming nasional harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur layanan transaksi yang inklusif, transparan, dan terjamin keamanannya," kata Deva dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2026).
Menurut dia, pertumbuhan pasar mobile gaming di Indonesia juga menjadi peluang besar bagi ekonomi digital. Karena itu, akses terhadap sistem pembayaran lokal yang mudah dan aman menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung perkembangan industri tersebut.