JAKARTA, iNews.id - Peneliti Kaspersky menemukan serangkaian serangan spam dan phishing di tengah pandemi Covid-19. Mereka menargetkan orang-orang yang menunggu pengiriman paket.
Para scammer berkedok sebagai karyawan jasa pengiriman akan menginformasikan kedatangan paket. Namun, untuk menerimanya, calon korban harus membaca dan memberikan informasi dalam file terlampir.
Nah, saat calon korban memuka lampiran, malware secara langsung diunduh pada komputer atau ponsel. Skenario terakhir termasuk backdoor bernama Remcos yang dapat hinggap di perangkat pengguna.
Malware ini dapat mengubah PC menjadi bot, mencuri data, atau mengunduh malware tambahan. Phisher juga membuat salinan halaman web yang dipercaya untuk layanan pengiriman populer sebagai cara mendapatkan kredensial.
Pada akhirnya, calon korban akan didorong agar memasukkan detail seperti e-mail dan kata sandi menuju situs web untuk melacak paket mereka.