Sebagai contoh, evaluasi Badan Geologi terhadap Gunung Marapi sebelumnya juga menggunakan data emisi gas SO2 bersama data deformasi dan kegempaan untuk menilai perkembangan aktivitas gunung api.
3. Tubuh Gunung Mengalami Deflasi
Tanda ketiga yang disebut Daryono adalah deflasi atau pengempisan tubuh gunung.
Ketika magma dan tekanan fluida bertambah di bawah permukaan, tubuh gunung dapat mengalami perubahan bentuk atau deformasi. Sebaliknya, ketika tekanan di dalam sistem vulkanik berkurang, tubuh gunung dapat mengalami pengempisan.
Perubahan tersebut tidak selalu dapat dilihat dengan mata. Karena itu, ahli menggunakan berbagai instrumen untuk mengukur deformasi tubuh gunung.
Deflasi menjadi salah satu parameter penting karena memberikan gambaran mengenai perubahan tekanan di dalam sistem gunung api.
Namun, sama seperti dua indikator sebelumnya, deflasi juga tidak boleh dibaca secara terpisah. Para ahli perlu melihat pola kegempaan, gas, deformasi, dan kondisi visual gunung secara bersama-sama untuk mengetahui apakah aktivitas memang sedang menuju fase akhir.