4 Penemuan Astronomi dari Yunani Kuno, Salah Satunya Lingkaran Bumi

Dini Listiyani
Bulan dan Bumi terlihat dengan pesawat Galileo (Foto:

Pythagoras umumnya dianggap sebagai pendukung paling awal dari Bumi berbentuk bulat. Metode Eratosthenes yang terkenal tapi sederhana mengandalkan pengukuran panjang bayangan yang berbeda dilemparkan oleh kutub yang menempel secara vertikal ke tahan, pada tengah hari di titik balik Matahari musim panas, di lintang yang berbeda.

Matahari cuku jauh sehingga, di mana pun sinarnya tiba di Bumi, mereka sejajar secara efektif seperti yang ditunjukkan Aristarchus. Jadi perbedaan dalam bayangan menunjukkan seberapa banyak permukaan Bumi melengkung.

Eratosthenes menggunakan ini untuk memperkirakan keliling Bumi sekitar 40.000 km. Jumlah ini beberapa persen dari nilai aktual, sebagaimana yang ditetapkan geodesi modern (ilmu bentuk Bumi).

Belakangan, ilmuwan lain bernama Posidonius (135BC hingga 51 BC) menggunakan metode yang sedikit berbeda dan sampai pada jawaban yang persis sama. Posidonius tinggal di pulau Rhodes selama sebagian besar hidupnya.

Di sana dia mengamati bintang terang Canopus akan berada di dekat cakrawala. Namun, pada saat Alexandria di Mesir mencatat Canopus akan naik 7,5 derajat di atas cakrawala.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Sains
2 tahun lalu

Pecahkan Rekor, Astronom Deteksi Sinar Kosmik Paling Energik

Health
2 tahun lalu

Urutan Zodiak yang Paling Setia ke Pasangan

Sains
3 tahun lalu

Fenomena Solstis Terjadi 22 Desember, Ini Dampaknya

Internasional
4 tahun lalu

Pakar Saudi Sebut Umat Islam Bakal Berpuasa Ramadhan 36 Hari dalam Setahun, Kok Bisa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal