Pelestarian Aksara Jawa juga menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak harus membuat budaya lama ditinggalkan. Justru, teknologi dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kembali aksara tradisional kepada generasi yang sejak kecil terbiasa dengan perangkat digital.
Dengan demikian, keberlangsungan Aksara Jawa tidak hanya bergantung pada penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga pada seberapa jauh generasi muda mengenal, memahami, dan memiliki ketertarikan untuk mempelajarinya.
Program pelatihan di Jombang menjadi salah satu contoh bagaimana pengenalan budaya dapat dilakukan melalui ruang pendidikan. Harapannya, aksara yang selama berabad-abad menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Jawa tersebut tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.