JAKARTA, iNews.id — Di tengah derasnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan aksara tradisional menghadapi tantangan untuk tetap dikenal generasi muda.
Salah satunya adalah Aksara Jawa atau Carakan yang kini kembali diperkenalkan kepada anak muda melalui lingkungan pendidikan, termasuk pesantren.
Upaya mengenalkan kembali Aksara Jawa tersebut dilakukan melalui program 'Pelatihan 6 Jam Bisa Baca-Tulis Carakan Jawa (Aksara Jawa)' yang digelar di dua pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur, yakni Pondok Pesantren Tambakberas Jombang dan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang.
Pelatihan tersebut berlangsung pada 27 dan 29 Agustus 2026 dengan dukungan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Aksara Jawa bukan sekadar sistem tulisan tradisional. Keberadaannya merupakan bagian dari warisan budaya yang merekam sejarah dan identitas masyarakat Jawa. Namun, penggunaan aksara tersebut dalam kehidupan sehari-hari semakin terbatas seiring perubahan zaman dan dominasi alfabet Latin serta teknologi digital.