Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.
Secara sederhana, abu vulkanik adalah material sangat halus hasil letusan gunung api. Ketika erupsi berlangsung kuat, material tersebut dapat terdorong naik ke atmosfer bersama gas vulkanik.
Di sinilah angin memainkan peran penting.
Partikel abu yang berukuran sangat kecil dapat bertahan di udara dan kemudian terbawa aliran angin pada ketinggian tertentu. Semakin tinggi material terangkat dan semakin kecil partikelnya, semakin besar peluang abu terbawa jauh dari sumber erupsi.
Jadi, abu yang terlihat di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, atau wilayah lain bukan berarti material tersebut terbang rendah dari Gunung Anak Krakatau sepanjang perjalanan.
Sebagian material justru dapat berada di atmosfer terlebih dahulu, kemudian berpindah mengikuti arah angin sebelum akhirnya turun ke permukaan.