Bagaimana Caranya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Terbang hingga ke Jabodetabek? Ini Jawabannya!

Muhammad Sukardi
Video amatir memperlihatkan Gunung Anak Krakatau. (Foto: X)

Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.

Bukan Abu Biasa yang Jatuh karena Gravitasi

Secara sederhana, abu vulkanik adalah material sangat halus hasil letusan gunung api. Ketika erupsi berlangsung kuat, material tersebut dapat terdorong naik ke atmosfer bersama gas vulkanik.

Di sinilah angin memainkan peran penting.

Partikel abu yang berukuran sangat kecil dapat bertahan di udara dan kemudian terbawa aliran angin pada ketinggian tertentu. Semakin tinggi material terangkat dan semakin kecil partikelnya, semakin besar peluang abu terbawa jauh dari sumber erupsi.

Jadi, abu yang terlihat di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, atau wilayah lain bukan berarti material tersebut terbang rendah dari Gunung Anak Krakatau sepanjang perjalanan.

Sebagian material justru dapat berada di atmosfer terlebih dahulu, kemudian berpindah mengikuti arah angin sebelum akhirnya turun ke permukaan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
17 jam lalu

Tak Hanya Saluran Napas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Membahayakan Mata hingga Kulit!

19 jam lalu

Kenapa Abu Vulkanik Berbahaya? Cek Jawabannya di Sini!

20 jam lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Jakarta, BNPB Langsung Modifikasi Cuaca Hari ini

21 jam lalu

Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 10 Kecamatan di Tanggamus Diguyur Hujan Abu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal