Sementara itu, partikel asap rokok memiliki karakteristik yang membuatnya bertahan lebih lama di udara. Dalam penelitian yang sama, partikel dari asap rokok sebagian besar bersifat non-volatil atau semi-volatil sehingga lebih stabil dibandingkan partikel yang berasal dari aerosol rokok elektronik.
“Proses hilangnya partikel dalam asap rokok memakan waktu jauh lebih lama (beberapa menit) dan sangat bergantung pada tingkat ventilasi di dalam ruangan,” kata kajian tersebut.
Kondisi ruangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi seberapa cepat partikel asap rokok berkurang. Ventilasi yang lebih baik dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel di udara, meski tidak serta-merta menghilangkan seluruh paparan.
NHS bahkan menyebut asap rokok dapat bertahan hingga berjam-jam meskipun jendela maupun pintu dalam keadaan terbuka. Asap rokok merupakan campuran berbagai senyawa yang dapat berdampak terhadap kesehatan.
Sebagian asap rokok juga tidak selalu terlihat atau tercium. Kondisi tersebut membuat orang di sekitar perokok tetap berpotensi terpapar berbagai zat kimia yang terdapat dalam asap.
“Meskipun seseorang dapat membatasi aktivitas merokoknya hanya di satu ruangan, asapnya akan menyebar ke seluruh bagian rumah dan terhirup oleh orang lain,” tulis NHS.
Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara aerosol vape dan asap rokok dalam hal karakteristik serta lama bertahannya partikel di udara. Aerosol vape yang diembuskan dalam kajian tersebut menghilang sekitar 10-15 detik, sementara partikel asap rokok membutuhkan waktu lebih lama dan dipengaruhi kondisi ventilasi.