JAKARTA, iNews.id – Kesurupan masih sering dikaitkan dengan gangguan makhluk halus, terutama jika terjadi secara massal di sekolah, pabrik, atau pesantren. Namun, di balik fenomena tersebut, sains memiliki penjelasan yang menunjukkan bahwa kesurupan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.
Guru Besar MIPA Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys, menjelaskan bahwa fenomena kesurupan tidak bisa langsung disimpulkan sebagai Bukangangguan gaib ataupun gangguan jiwa semata. Menurut dia, pendekatan ilmiah dan spiritual justru dapat berjalan berdampingan untuk memahami fenomena tersebut.
Berikut lima faktor penyebab kesurupan menurut penjelasan sains.
1. Dissociative Trance Disorder
Dalam psikologi modern, kesurupan dikenal sebagai Dissociative Trance Disorder. Kondisi ini ditandai dengan perubahan kesadaran, hilangnya kontrol terhadap perilaku untuk sementara, hingga amnesia sesaat setelah seseorang kembali sadar.
2. Tekanan Psikologis Berkepanjangan
Prof. Zulys mengatakan, kesurupan patologis umumnya dialami oleh seseorang yang mengalami tekanan psikologis dalam waktu lama. Konflik batin, kecemasan, hingga stres yang terus menumpuk dapat memicu terjadinya disosiasi.
«"Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami kesurupan patologis umumnya memiliki tekanan psikologis yang lama, konflik batin, kecemasan, serta mekanisme pertahanan diri yang akhirnya meledak dalam bentuk disosiasi," jelas Prof. Zulys, dikutip Jumat (10/7/2026).