JAKARTA, iNews.id - Persoalan air bersih di kawasan pesisir sering kali tidak sesederhana mencari sumber air. Kandungan garam pada air dan keterbatasan infrastruktur listrik membuat masyarakat harus menghadapi tantangan berlapis untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Teknologi kini menjadi salah satu solusi yang dicoba untuk mengatasi persoalan tersebut. Di pesisir Pandeglang, Banten, air yang terpengaruh kondisi lingkungan pesisir diolah menggunakan reverse osmosis (RO) dengan dukungan energi dari panel surya.
Teknologi tersebut diterapkan di Masjid Jami Nurul Ikhwan di Kampung Hay-hay, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, melalui program Solar Water for Ummah yang dikembangkan MyFundAction bersama mahasiswa Universitas Indonesia (UI) melalui The 15th UI Youth Environmental Action.
Reverse osmosis merupakan teknologi pemurnian air yang bekerja dengan memberikan tekanan pada air agar melewati membran semipermeabel.
Membran tersebut memiliki pori-pori sangat kecil sehingga dapat memisahkan air dari sejumlah zat terlarut dan kontaminan. Dalam pengolahan air dengan kadar garam tinggi, teknologi RO banyak digunakan karena mampu mengurangi kandungan garam yang terlarut di dalam air.