Pendekatan ini menjadi penting karena teknologi pengolahan air membutuhkan pengoperasian dan pemeliharaan secara tepat agar dapat terus digunakan dalam jangka panjang.
Di wilayah tersebut terdapat sekitar 30 kepala keluarga dalam satu dusun. Sebanyak 25 orang mengikuti proses asesmen dengan total anggota keluarga yang terdata mencapai 60 orang.
Rumah warga juga berada sekitar 10 meter dari lokasi fasilitas. Kedekatan tersebut membuat layanan air dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat sekitar.
Selain teknologi RO dan panel surya, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai Water, Sanitation and Hygiene (WASH) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Materinya meliputi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kebersihan lingkungan, penghematan air, serta pentingnya menjaga sumber daya air.