JAKARTA, iNews.id – Krisis air, perubahan iklim, hingga keselamatan jurnalis di wilayah konflik menjadi persoalan global yang membutuhkan perhatian lintas negara.
Isu-isu tersebut tidak hanya dibahas oleh pemerintah dan organisasi internasional, tetapi juga menjadi bahan diskusi anak muda dari berbagai belahan dunia. Ya, sebanyak 700 delegasi dari 25 negara membahas beragam persoalan tersebut dalam Asia World Model United Nations (AWMUN) XV.
Melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), para peserta berlatih menyampaikan pandangan, bernegosiasi, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan internasional.
Mengusung tema 'Building a Just and Sustainable Future: Peace, Water Security and Social Inclusion', konferensi ini menyoroti hubungan antara perdamaian, keamanan air, keberlanjutan lingkungan, dan inklusi sosial.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat. Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, yang membuka konferensi tersebut, menekankan bahwa dampak perubahan iklim tidak dirasakan secara merata oleh semua kelompok masyarakat.