Penelitian diterbitkan dalam jurnal National Science Review berbasis Beijing pada 27 Maret dan pertama kali dilaporkan oleh media China awal bulan ini.
"Temuan kami menunjukkan primata bukan manusia yang transgenik (tidak termasuk spesies kera) memiliki potensi untuk memberikan insights penting dan unik tentang pertanyaan mendasar apa yang membuat manusia unik," ujar ilmuwan.
Namun, percobaan telah menuai banyak reaksi dari para ilmuwan di Barat, di mana mereka melihat eksperimen tersebut tidak etis.
"Anda pergi ke Planet of the Apes dalam imajinasi populer. Untuk memanusiakan mereka berarti membahayakan. Di mana mereka akan tinggal dan apa yang akan mereka lakukan? Jangan menciptakan makhluk yang tidak bisa memiliki kehidupan yang bermakna, dalam konteks apa pun," kata ahli bioetika di University of Colorado Jacqueline Glover.
Seorang ahli genetika di University of Colorado James Sikela menambahkan, menggunakan monyet transgenic untuk mempelajari gen manusia yang terkait dengan evolusi otak adalah jalan yang sangat berisiko untuk diambil.