Hemat Waktu, AI Mampu Prediksi Cuaca Lebih Cepat dari Cara Tradisional

Dini Listiyani
AI Mampu Prediksi Cuaca Lebih Cepat dari Cara Tradisional (Foto: DeepMind Google)

Prakiraan yang dibuat dengan simulasi cuaca standar bisa memakan waktu lebih lama karena secara tradisional, model harus memperhitungkan fisika rumit dan dinamika fluida untuk membuat prediksi yang akurat.

Algoritme prediksi cuaca tidak hanya mengungguli teknologi tradisional dalam memperkirakan pola cuaca dalam hal kecepatan dan skala, GraphCast juga dapat memprediksi kejadian cuaca buruk, termasuk siklon tropis dan gelombang suhu ekstrem di berbagai wilayah. 

Karena algoritme tersebut dapat dilatih ulang dengan data terkini, para ilmuwan yakin alat tersebut akan semakin baik dalam memprediksi fluktuasi pola cuaca yang terjadi bersamaan dengan perubahan besar yang selaras dengan perubahan iklim.

GraphCast atau setidaknya dasar dari algoritma AI yang mendukung prediksinya, mungkin akan muncul di layanan yang lebih umum. Menurut Wired, Google sedang menjajaki cara mengintegrasikan GraphCast ke dalam produknya. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Megapolitan
7 jam lalu

Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Guyur Jabodetabek hingga 25 Februari

Muslim
2 hari lalu

OST Cahaya Hati The Series Resmi Dirilis, Hadirkan Pesan Spiritual Lewat Lagu Cahaya Para Rasul

Bisnis
7 hari lalu

Deretan Orang Terkaya di Dunia 2026, Elon Musk Masih di Pucuk!

Internet
8 hari lalu

Komdigi Akui Ada Bahaya Tersembunyi di Balik AI, Intai Data Publik!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal