Hemat Waktu, AI Mampu Prediksi Cuaca Lebih Cepat dari Cara Tradisional

Dini Listiyani
AI Mampu Prediksi Cuaca Lebih Cepat dari Cara Tradisional (Foto: DeepMind Google)

JAKARTA, iNews.id - Prediksi cuaca berbasis machine learning telah dikembangkan peneliti DeepMind yang disebut GraphCast. Program itu bisa memprediksi variabel cuaca selama rentang 10 hari dalam waktu kurang dari satu menit. 

Dalam sebuah laporan, para ilmuwan menyoroti GraphCast telah mengungguli teknologi prediksi pola cuaca tradisional pada tingkat verifikasi 90 persen. Lantas bagaimana cara kerjanya?

Program prediksi cuaca yang ditenagai AI ini bekerja dengan memperhitungkan dua kondisi terkini cuaca Bumi, yang mencakup variabel-variabel sejak pengujiaan dilakukan dan enam jam sebelumnya. 

Dengan menggunakan data itu, GraphCast dapat memprediksi kondisi cuaca dalam enam jam. Dalam praktiknya, AI telah menunjukkan penerapannya di dunia nyata. 

Alat tersebut memperkirakan akan terjadinya Badai Lee di Long Island 10 hari sebelum terjadinya. Sedangkan teknologi prediksi cuaca tradisional yang digunakan para ahli meteorologi pada saat itu masih tertinggal. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Keuangan
1 hari lalu

Outlook 2026: IHSG Diproyeksi Tembus Level 9.000, Efek Danantara Jadi Sorotan

Megapolitan
2 hari lalu

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Diguyur Hujan saat Malam Tahun Baru

Bisnis
6 hari lalu

Deretan Miliarder Muda yang Sukses Rintis Bisnis dari Nol

Nasional
13 hari lalu

Komdigi Minta Google Hapus 8 Aplikasi Matel yang Sebar Data Debitur 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal