Hujan Satelit Berpotensi Timbulkan Ancaman Baru untuk Lapisan Ozon, Begini Penjelasannya

Dini Listiyani
Hujan Satelit Berpotensi Timbulkan Ancaman Baru untuk Lapisan Ozon, Begini Penjelasannya (Foto: unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan komunikasi seperti Starlink berencana meluncurkan puluhan ribu satelit ke orbit sekitar Bumi selama 10 tahun ke depan. Lantas apa yang terjadi saat satelit ini mulai turun?

Saat satelit-satelit ini mencapai akhir masa pakainya, mereka akan jatuh ke atmosfer Bumi dan terbakar. Dalam perjalannya, mereka akan meninggalkan jejak partikel logam kecil.

Menurut penelitian yang diterbitkan minggu lalu oleh tim peneliti Amerika, hujan satelit mungkin membuang 360 ton partikel kecil aluminium oksida ke atmosfer setiap tahunnya.

Aluminium sebagian besar akan disuntikkan pada ketinggian antara 50 hingga 85 km. Lalu akan melayang ke stratosfer, rumah bagi lapisan ozon pelindung Bumi, sebagaimana dikutip dari Science Alert. 

Bagaimana Ozon Bisa Rusak?

Hilangnya ozon di stratosfer disebabkan oleh radikal bebas, atom atau molekul dengan elektron bebas. Saat radikal diproduksi, mereka memulai siklus yang menghancurkan banyak molekul ozon. Siklus ini memiliki nama NOx, HOx, ClOx, dan BrOx, karena semuanya melibatkan oksigen serta nitrogen, hidrogen, klorin, dan bromin.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
30 hari lalu

BRIN Siapkan Bandar Antariksa Nasional, Biak Dipilih Jadi Lokasi Paling Strategis

30 hari lalu

NEO-1, Satelit Observasi Bumi Buatan BRIN yang Siap Meluncur 2027

30 hari lalu

BRIN Luncurkan Satelit NEO-1 Januari 2027, Seluruh Perakitan Dilakukan di Indonesia

31 hari lalu

BRIN bakal Luncurkan Satelit Mikro Buatan Dalam Negeri Awal 2027, Ini Fungsinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal