"Cuaca dipengaruhi oleh dinamika atmosfer seperti pemanasan Matahari, sirkulasi udara, kandungan uap air, serta fenomena iklim. Sementara itu, gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik. Posisi tampak Saturnus dan Bulan di langit tidak memengaruhi kedua proses tersebut," ujarnya.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fenomena ini sebagai sarana untuk meningkatkan literasi astronomi dan memahami berbagai fenomena langit dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip sains.
Dia menilai konjungsi Saturnus dan Bulan merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap ilmu pengetahuan.