Selain Wolf Moon, bulan purnama Januari juga dikenal dengan berbagai nama lain di berbagai budaya. Sebagian masyarakat menyebutnya Quiet Moon, sementara komunitas adat Assiniboine di Kanada menamainya Center Moon karena kemunculannya di pertengahan musim dingin.
Menurut Old Farmer’s Almanac, bulan ini juga dikenal sebagai Severe Moon yang mencerminkan kerasnya kondisi alam pada Januari. Di Sri Lanka, bulan purnama Januari bertepatan dengan perayaan Duruthu Poya Day.
Hari suci umat Buddha ini menandai kunjungan pertama Sang Buddha ke wilayah tersebut serta berdirinya kuil Buddha pertama di negara itu.
Waktu pengamatan Wolf Moon berbeda-beda di setiap wilayah dunia. Fenomena ini dapat diamati mulai pukul 05.03 pagi waktu New York, 10.03 waktu London, 19.03 waktu Tokyo, 18.03 waktu Beijing, dan 21.03 waktu Sydney. Sementara di Indonesia, khususnya Jakarta, Wolf Moon mulai dapat disaksikan pada pukul 17.03 WIB, dengan catatan kondisi cuaca cerah dan tidak hujan.
Saat Wolf Moon terjadi, permukaan Bulan akan tampak membentang luas dan menghadap langsung ke Bumi, menciptakan pemandangan alam yang menakjubkan.
Namun, di balik keindahan fenomena ini, masyarakat pesisir juga diimbau untuk tetap waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir Kepulauan Riau yang diperkirakan berlangsung pada 1 hingga 9 Januari 2026.
Fenomena alam memang membawa kekaguman, namun tetap perlu disikapi dengan kesiapsiagaan agar keindahan semesta dapat dinikmati tanpa mengabaikan aspek keselamatan.