Ketika awan abu terdeteksi berada di jalur penerbangan atau kawasan sekitar bandara, langkah paling aman adalah menghindari wilayah tersebut.
Pada 7 September, BMKG mencatat delapan bandara sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Larangan terbang tersebut bukan berarti pesawat pasti akan mengalami kerusakan jika berada di sekitar abu. Persoalannya adalah risiko tidak bisa diabaikan ketika posisi dan konsentrasi abu berpotensi masuk ke jalur penerbangan.
Apalagi, arah abu dapat berubah mengikuti angin pada ketinggian berbeda.
Pesawat dapat dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca, tetapi awan abu vulkanik bukan awan biasa.
Material di dalamnya merupakan partikel padat yang dapat bersifat abrasif dan, ketika masuk ke mesin, dapat menyebabkan kerusakan pada komponen penting.